No One’s Perfect – Hirotada Ototake – SOLD


No One's Perfect - Hirotada Ototake - Rp 25.000 (softcover) - SOLD

Hari itu tanggal 6 April 1976, sinar lembut matahari menyinari pepohonan Cherry yang bunganya sedang mekar-mekarnya. Hari itu takkan pernah terulang dalam hidupnya tapi akan terus diperingatinya setiap tahun. Hari itu adalah hari yang paling indah dalam kehidupannya sebagai seorang anak.

Namun, bayi itu lahir dengan anggota tubuh yang tak lengkap. Bayi itu bernama Hirotada Ototake. Ia menyandang Tetra-melia yaitu suatu keadaan dimana seseorang dilahirkan tanpa memiliki tangan dan kaki.

Setelah Oto—panggilan akrab Hirotada—dilahirkan, dokter dan ayahnya memisahkan ia dari ibunya karena dikhawatirkan kondisi sang bayi membuat sang ibu Shock. Secara alamiah sang ibu merasa khawatir karena belum diperbolehkan menemui anaknya. Namun keinginan seorang ibu untuk bertemu dengan anaknya membuatnya kuat. Akhirnya, tiga minggu sejak oto dilahirkan, itulah hari pertama Oto bertemu dengan ibu yang melahirkannya. Namun, terjadi sesuatu diluar dugaan. Kalimat pertama yang diucapkan ibu waktu itu, “Anakku, kamu sangat tampan”. Suara ibu terdengar sangat tulus. Hingga sekarang pun ibu sangat tulus menerima anaknya, Oto. Kesan pertama yang dirasakan oleh sang Ibu bukanlah terkejut atau sedih, melainkan kebahagiaanlah yang dirasakannya.

No One’s Perfect, ini adalah suatu kisah nyata. Ketulusan kedua orang tua Oto untuk menerima kondisi anaknya yang penyandang Tetra Melia membuat Oto tak pernah merasakan bahwa dirinya adalah seorang penyandang cacat. Lingkungan keluargalah yang pertama kali berpengaruh atas diri Oto. Ayah dan Ibunya sadar bahwa Oto memang berbeda dengan anak-anak lainnya, karena Oto memerlukan banyak perhatian dan kebutuhan tubuhnya pun juga beda, namun kedua orang tuanya tak pernah membedakan anaknya dengan anak-anak normal lainnya .

Ini terbukti ketika Oto hendak memasuki Sekolah Dasar. Kedua orang tuanya sangat yakin kalau pendidikan khusus –semacam sekolah luar biasa—tak cocok untuk ananknya, maka mereka terus berharap dan berusaha agar Oto bisa masuk ke sekolah umum walaupun kenyataannya tak semudah yang diharapkan. Dengan usaha yang gigih akhirnya Oto mendapatkan sekolah umum juga.

Mungkin kita takkan pernah menduga bahwa seorang penyandang cacat Tetra Melia yang jika berjalan memerlukan kursi roda bisa mentuntaskan pendidikanya sampai dengan perguruan tinggi. Namun tidak bagi Oto, ia bisa sekolah di sekolah umum bukan sekolah khusus yang diperuntukkan orang penyandang cacat, bahkan ia bisa mentuntaskan pendidikannya sampai dengan perguruan tinggi.

Bahkan kita pun takkan pernah menyangka bahwa seorang penyandang Tetra Melia bisa mengikuti beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang ada dilingkungan sekolahnya. Sewaktu di TK Oto menjadi Narator, yang bermain dibalik layar pertunjukan sandiwara, ketika di Sekolah Dasar Oto menjadi Sekretaris Sensei Oka, Oto pandai membuat draft dan Lay-out dengan komputer serta mencetaknya untuk keperluan majalah dinding atau sejenisnya. Ketika di SMP, Oto terpilih menjadi ketua OSIS dan ia pun seorang pemain basket. Ketika di SMU Oto mengikuti klub football, ia menjadi seorang manajer tapi serupa seorang pelatih juga. Belum lagi semasa ia di tempat kuliah, banyak sekali yang dilakukannya termasuk berkampanye “Bebas Rintangan”.

Oto memiliki semangat yang sangat luar biasa. Ini dikarenakan adanya dukungan dari kedua orang tuanya, guru-guru dan kawan-kawan yang ada di lingkungan sekolahnya yang tak membedakan Oto dengan anak-anak normal lainnya, sehingga dalam pikiran Oto tak ada kata “Cacat”. Ia merasa bahwa ia sama seperti yang lainnya, dan juga memiliki kesempatan yang sama dengan yang lainnya. Kondisi cacat bukanlah suatu halangan untuk bisa berkarya dan berprestasi, bukan juga suatu halangan untuk mencapai suatu kebahagiaan.

Kisah pribadi yang diceritakan Oto dalam buku ini pun terurai dengan jelas, mulai dari ia dilahirkan, memasuki taman kanak-kanak, ketika SD, Sekolah Menengah sampai dengan Perguruan tinggi. Walaupun ada beberapa kisah yang alur ceritanya maju mundur tapi kisah yang disajikannya tetap menarik untuk kita simak. Kisah ini membuat orang yang memiliki anggota tubuh tak lengkap bahkan yang sempurna sekalipun menjadi termotivasi dan terpacu untuk bisa berprestasi dan melakukan suatu hal yang positif untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.

No One’s perfect adalah cerita mengenai semangat luar biasa yang dimiliki seorang anak laki-laki dan keindahan yang ditawarkan oleh hidup ini. Juga merupakan seruan yang menggambarkan bagaimana penerimaan atas ketidaksempurnaan orang lain dapat membuat kita merasa lebih bersyukur atas ketidaksempurnaan kita sendiri.

http://www.goodreads.com/review/show/84733450

PESAN BUKU INI. SOLD OUT.

Advertisements
This entry was posted in Sold and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to No One’s Perfect – Hirotada Ototake – SOLD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s